Senin, 25 Mei 2009

jatuhnya pesawat hercules


Di kala kamera media asik meliput aksi politisi memasang ‘ranjau’ dan ‘bom politik’ di sana-sini, kita mendapatkan jeda yang mengagetkan: dentuman keras sebuah pesawat di atas atap rumah warga Geplak Madiun pagi ini. Sebuah Pesawat Hercules C 130 jenis Long Body yang mengangkut 120 penumpang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Rabu 20 Mei 2009 sekitar pukul 06.25 Waktu Indonesia Barat.Pesawat bernomor A-1325 ini terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan tujuan Makassar, satu jam sebelum jatuh. Di kawasan Jawa Timur, pesawat yang mampu mengangkut 120 penumpang ini hendak mendarat di Lanud Iswahyudi, Magetan.

Saksi mata melihat pesawat berusia 40 tahun itu terbang dalam kondisi oleng. “Dua pelampung penyelamatan juga sempat dikeluarkan,” kata beberapa saksi mata kepada wartawan ANTV, Mochammad Ridwan, yang berada di lokasi kecelakaan.

Lalu pesawat jatuh menimpa dua rumah warga serta persawahan. Seorang warga sipil yang juga pemilik rumah dipastikan tewas di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Muslimah, pemilik salah satu rumah yang tertimpa pesawat Hercules.

Sebelumnya, petugas terlihat mengevakuasi sekitar sepuluh korban tewas dari reruntuhan pesawat. Para korban terlihat masih mengenakan seragam TNI Angkatan Udara. Tim pemadam kebakaran terlihat kesulitan memadamkan api yang terus berkobar.

Api terus menjalar di bagian depan hingga ke tengah badan pesawat. Sebagian korban dievakuasi ke Rumah Sakit Iswahyudi dan Soedono, Madiun. Hingga kini, belum ada kepastian data korban tewas.
Profil Pesawat Naas Hercules C 130

VIVAnews – Pesawat Hercules C 130 jenis Long Body yang mengangkut 120 penumpang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Rabu 20 Mei 2009 sekitar pukul 06.25 Waktu Indonesia Barat.

Menurut informasi, pesawat dengan nomor registrasi A1325 itu sempat meledak dua kali. Pesawat itu menimpa dua rumah warga sampai hancur sebelum terbakar dan menyusup di pepohonan bambu.

Pesawat C-130 merupakan pesawat terbang bermesin empat mesin turbo yang bertugas sebagai pengangkat udara taktikal utama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek atau tidak disiapkan.

Sebelumnya, pesawat tersebut adalah dipergunakan pengangkut tentara dan pesawat kargo yang sekarang ini juga digunakan untuk berbagai macam peran, termasuk infantri airborne, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulan udara.

Peristiwa naas di Magetan bukan kali pertamanya dialami pesawat yang usianya diperkirakan lebih dari 30 tahun ini.

Berikut riwayat kecelakaan pesawat Hercules C 130 yang ditelusuri VIVAnews :

> 11 Mei 2009, Pesawat angkut Hercules C-130 Angkatan Udara lepas ban saat mendarat di bandara Wamena, Papua. Roda pesawat yang copot mengantam satu warga.

> 5 Oktober 1991, Hercules C-130 milik TNI-AU, jatuh di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebanyak 135 orang terdiri dari 12 awak dan 121 anggota Paskhas AU dan dua satpam Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja, menjadi korban.

> 20 November 1985, Hercules C-130H-MP milik TNI-AU jatuh setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak, dan menewaskan 10 awaknya.

ini videonya: [http://video.vivanews.com/read/4827-pesawat_hercules_tni_au_jatuh_di_magetan__jawa_timur]
versi Harian Kompas:

Laporan wartawan KOMPAS Antonius Ponco A.

Rabu, 20 Mei 2009 | 16:21 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com — Sebelum jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, pesawat C-130 Hercules Alpha 1325 sempat melakukan kontak terakhir dengan tower atau menara pengawas di Lapangan Udara Iswahyudi pada pukul 06.27. Selang beberapa menit kemudian, tower sempat dua kali mencoba melakukan kontak, tetapi pilot tidak memberikan jawaban.

Kepala Penerangan dan Kepustakaan (Kapentak) Lanud Iswahyudi Mayor Sutrisno saat memaparkan kronologis jatuhnya pesawat mengatakan, kontak terakhir pesawat dengan tower pada pukul 06.27.

Saat itu pesawat sedang berada di ketinggian 1.000 kaki. Petugas tower, kata Sutrisno, sempat memerintahkan pesawat untuk terus mendekati landasan (continue approach) dan melakukan laporan (report final).

Lalu pada pukul 06.29, pesawat kembali dipanggil oleh tower, tetapi tidak ada jawaban. Selang semenit kemudian atau pukul 06.30, tower kembali mencoba melakukan kontak, tetapi tidak ada jawaban lagi. Tak lama berselang, pesawat pun akhirnya jatuh.

Sutrisno menambahkan, hingga kini penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui. Namun, pada saat kejadian cuaca cerah. Sebelum terbang pun, pesawat telah dilakukan pengecekan dan dalam kondisi yang baik.

Kronologis jatuhnya pesawat
- 06.27 : Tower mengadakan kontak dengan pesawat yang tengah berada di ketinggian 1.000 kaki
- 06.27 : Petugas memerintahkan continue approach dan report final
- 06.29 : Pesawat kembali dipanggil oleh tower, tetapi tidak ada jawaban
- 06.30 : Tower kembali coba lakukan kontak, tetapi kembali tidak mendapat jawaban
- 06.30 : Pesawat jatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar